TANJUNG SELOR, INSTARA.ID – Kebakaran hutan dan lahan di Karang Tigau menuju KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi, Bulungan, kini meluas hingga sekitar 507 hektare kawasan tersebut.
Tim gabungan terus memadamkan api di sejumlah titik, terutama kawasan Kilometer 5 dan Kilometer 8 sejak Kamis sore hingga dinihari.
Risdianto mengatakan, “Pemadaman berlangsung sejak sore hingga pukul 02.40 Wita di Kilometer 5 dan Kilometer 8 secara bersama-sama di lapangan.”
Ia menjelaskan, “Penanganan melibatkan BPBD Bulungan, Dishut Kaltara, serta perusahaan kawasan industri untuk mempercepat pengendalian kebakaran di lapangan secara bersama.”
Pemetaan lapangan menunjukkan luas area terbakar mencapai ratusan hektare, sementara beberapa titik api masih terpantau aktif hingga kini di sana.
BPBD Bulungan kemudian berkoordinasi dengan Dishut Kaltara, MPA, dan perusahaan sekitar untuk mengendalikan kobaran api secara bersama-sama di lokasi tersebut.
Risdianto menyampaikan, “Beberapa titik api dilaporkan berada di Tanjung Palas Timur sehingga langsung mendapat perhatian serius tim gabungan di lapangan.”
Menurutnya, “BPBD bersama Dishut Kaltara, MPA, dan perusahaan kawasan industri bergerak memadamkan api setelah menerima laporan tersebut dari lapangan langsung.”
Dishut Kaltara turut memperkuat operasi dengan mengirim personel dan perlengkapan menuju lokasi kebakaran untuk membantu tim gabungan menangani api bersama.
Sebanyak delapan personel Dishut dan tujuh anggota KPH dikerahkan, sehingga kekuatan personel mencapai 15 orang di lapangan untuk membantu pemadaman.
Maryanto mengungkapkan, “Dishut Kaltara menurunkan delapan personel, ditambah tujuh personel KPH, sehingga totalnya mencapai 15 orang di lapangan tersebut langsung.”
Ia menambahkan, “Dua kendaraan pemadam juga sudah dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman di kawasan yang terdampak kebakaran tersebut secara langsung.”
Tim gabungan masih menemukan beberapa titik api sehingga operasi pemadaman dijadwalkan berlanjut untuk memastikan seluruh area dapat segera dikendalikan sepenuhnya.
Petugas juga memantau kondisi sekitar secara berkala guna mengantisipasi munculnya kembali api setelah proses pemadaman berlangsung di lokasi secara menyeluruh.
Maryanto menegaskan, “Pemadaman akan dilanjutkan karena masih ditemukan beberapa titik api di lokasi kebakaran hingga saat ini berlangsung kembali lagi.”
Ia menyebutkan, “Pemantauan lapangan terus dilakukan agar seluruh titik api benar-benar terkendali dan tidak kembali menyebar ke wilayah sekitar tersebut.”
Koordinasi lintas instansi menjadi langkah utama dalam menghadapi karhutla yang membakar kawasan menuju pusat industri tersebut secara berkelanjutan di Bulungan.
BPBD, Dishut, KPH, MPA, dan perusahaan bersama-sama mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemadaman serta membatasi penyebaran kebakaran di kawasan tersebut.
Tim gabungan akan mengevaluasi perkembangan lapangan setelah pemadaman untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dari kemunculan titik api baru kembali.
Pemantauan berkelanjutan diperlukan karena api yang belum sepenuhnya padam berpotensi kembali muncul dan memperluas area terdampak di sekitar kawasan tersebut.











