INSTARA.ID, TANJUNG SELOR – Kebakaran hebat melanda kompleks perkantoran di Kalimantan Utara dan merusak sebagian besar Kantor Bupati Bulungan. Kobaran api dilaporkan menghanguskan sekitar lima puluh persen bangunan utama pada peristiwa yang terjadi malam hari tersebut.
Api dengan cepat membesar dan melalap ruang serbaguna lantai dua sebelum menyebar menuju sisi timur serta barat bangunan. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi sehingga menarik perhatian warga sekitar kawasan perkantoran pemerintahan tersebut malam itu.
Tim gabungan dari TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, dan PMI segera dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Petugas berjibaku memadamkan api agar kobaran tidak merembet ke ruangan lain yang masih dapat diselamatkan dari kebakaran.
Seorang saksi mata menyebut api pertama kali terlihat dari bagian atas gedung utama saat situasi masih relatif sepi. “Kobaran awal terlihat muncul dari atap ketika anggota Satpol PP sedang melaksanakan tugas penjagaan malam,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran dari tingkat kabupaten maupun provinsi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga setempat. “Beberapa menit setelah informasi masuk, armada pemadam segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal,” katanya.
Setelah api sempat dinyatakan padam, petugas kembali menemukan dua titik api baru di bagian atas gedung sisi barat. Kondisi tersebut membuat personel pemadam melakukan penyemprotan ulang secara menyeluruh hingga area dipastikan benar-benar aman dan terkendali.
Pihak berwenang memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden kebakaran yang sempat mengejutkan masyarakat sekitar tersebut. Sementara itu, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait bersama tim penanganan bencana daerah.
Perwakilan kepolisian menyampaikan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari gangguan instalasi listrik di dalam gedung utama. “Indikasi awal mengarah pada korsleting listrik yang diduga terjadi di ruang serbaguna lantai dua,” jelasnya.
Aparat kepolisian kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut oleh petugas forensik. Langkah tersebut dilakukan agar area kebakaran tetap steril dan bukti fisik tidak mengalami kerusakan tambahan selama pemeriksaan berlangsung.
Tim penyelidik terus melakukan penyisiran terhadap puing bangunan guna mengumpulkan informasi terkait asal mula munculnya kobaran api. Proses investigasi berjalan di bawah pengamanan ketat aparat gabungan demi memastikan situasi tetap aman serta kondusif.






