oleh

Kualitas Udara Tanjung Selor Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker

TANJUNG SELOR, INSTARA.ID – Kualitas udara Tanjung Selor memburuk selama dua puluh hari terakhir, ditandai peningkatan partikulat halus PM2.5 hingga mencapai kategori tidak sehat.
Farid mengatakan, “Kualitas udara di Tanjung Selor menunjukkan tren memburuk selama 20 hari terakhir akibat peningkatan konsentrasi PM2.5 yang signifikan.”

Pemantauan terbaru mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 75,8 µg/m³, meningkat dari kisaran sebelumnya yang masih berada dalam kategori sedang di Bulungan.
Farid menjelaskan, “Berkurangnya curah hujan selama Agustus meningkatkan potensi karhutla, sehingga kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas udara Bulungan secara keseluruhan.”

Cuaca kering sepanjang Agustus meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika hujan jarang turun di wilayah Bulungan selama Agustus.
Farid mengimbau, “Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikulat halus yang terdapat dalam udara.”

BMKG memperkirakan curah hujan masih rendah sampai akhir Agustus, sehingga peningkatan konsentrasi partikulat dan kejadian karhutla tetap perlu diantisipasi masyarakat.
Farid menyampaikan, “Curah hujan hingga akhir Agustus masih cenderung rendah, sehingga konsentrasi partikulat berpotensi meningkat bersama risiko karhutla di Bulungan.”

Kondisi kering diperkirakan berlanjut hingga pertengahan September, berdasarkan prediksi BMKG yang menunjukkan curah hujan masih cenderung rendah di wilayah Bulungan.
Situasi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara dan mengurangi paparan luar ruangan ketika konsentrasi partikulat meningkat signifikan.