Hasil pemeriksaan Labfor Polda Jawa Timur mengungkap sumber kebakaran Gedung Utama Kantor Bupati Bulungan berasal dari korsleting listrik pada gedung.
Tim penyidik menemukan kebocoran arus listrik di atas plafon yang memicu panas kemudian membakar material bangunan di sekitarnya hingga meluas.
“Secara teknis kriminalistik, kebakaran bermula dari akumulasi panas akibat kebocoran arus listrik di atas plafon,” ujar Rofikoh Yunianto dalam konferensi.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto menyampaikan hasil tersebut setelah polisi menyelesaikan pemeriksaan lokasi serta analisis laboratorium secara menyeluruh kini.
Tim Labfor memeriksa lokasi kejadian dengan mengambil sampel abu arang serta kabel instalasi listrik yang ditemukan setelah kebakaran berlangsung terjadi.
Petugas laboratorium kemudian menguji seluruh sampel untuk memastikan kemungkinan keberadaan bahan bakar hidrokarbon atau cairan mudah terbakar di lokasi kejadian.
“Sampel abu dan arang tidak mengandung bahan bakar hidrokarbon maupun cairan mudah terbakar berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium,” ungkap Rofikoh dalam.
Analisis kabel menunjukkan bagian instalasi mengalami pelelehan terbakar parah serta terputus yang mengindikasikan kebocoran arus sebelum api pertama kali muncul.
Polisi turut meminta keterangan sejumlah saksi termasuk empat orang yang pertama mengetahui kejadian kebakaran gedung utama tersebut saat kejadian berlangsung.
Penyidik memeriksa MNS dan OTM sebagai tenaga honorer ZA karyawan swasta serta HP pekerja harian lepas selama proses penyelidikan resmi.
“Lokasi api pertama berada di ruang serbaguna Tenguyun lantai dua tepatnya bagian depan ruang operator,” ungkap Rofikoh dalam keterangan resminya.
Petugas mengidentifikasi lokasi tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan teknis temuan lapangan serta analisis laboratorium terhadap material sisa kebakaran gedung yang ada.
Penyidik menyatakan kebakaran tidak berkaitan dengan tindak pidana setelah menggabungkan hasil pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium secara menyeluruh di lapangan.
Percikan akibat arus pendek kemudian membakar material mudah terbakar hingga menyebabkan api merambat dan menghanguskan bagian gedung utama tersebut kembali.
“Peristiwa tersebut bukan tindak pidana, melainkan murni akibat arus pendek listrik yang menimbulkan percikan api,” tegas Rofikoh kepada wartawan langsung.
Kesimpulan itu menjadi dasar kepolisian menyatakan penyebab kebakaran berkaitan dengan gangguan instalasi listrik, bukan unsur kesengajaan manusia dalam kejadian tersebut.
Pemkab Bulungan sebelumnya menunggu penyelidikan selesai sebelum menentukan tindakan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut secara resmi segera.
Bupati Bulungan Syarwani menyatakan pemerintah daerah akan mendata kerugian serta menyusun langkah penanganan setelah hasil pemeriksaan diumumkan kepada publik resmi.
“Hasil ini menjadi pelajaran untuk memperkuat pengamanan dan mitigasi kebakaran pada seluruh fasilitas pemerintahan,” pungkas Syarwani dalam keterangannya kepada wartawan.
Pemerintah daerah juga akan mengevaluasi sistem keselamatan bangunan agar potensi kebakaran serupa dapat dicegah melalui langkah mitigasi yang lebih kuat.












