oleh

Sembilan Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Bulungan Selama Semester I 2026

Sebanyak sembilan orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bulungan sepanjang periode Januari hingga Juni tahun 2026 tercatat. Data tersebut menunjukkan keselamatan berkendara masih menjadi perhatian serius karena mobilitas kendaraan cukup tinggi sepanjang jalur utama Kalimantan Utara setiap hari.

“Tercatat sembilan orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama semester pertama tahun 2026,” ujar Yonathan Kurniawan Kamis kemarin ini. Kasat Lantas Polresta Bulungan AKP Yonathan Kurniawan menyampaikan angka kecelakaan semester pertama tahun ini relatif serupa dibandingkan periode sebelumnya keseluruhan.

Polisi menemukan kelalaian pengendara masih menjadi faktor dominan dalam berbagai kecelakaan yang terjadi selama enam bulan pertama tahun ini tersebut. Pengendara juga menghadapi risiko microsleep ketika tubuh mengalami kelelahan sehingga konsentrasi dapat hilang secara mendadak selama beberapa detik berkendara aman.

“Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat kelalaian, termasuk microsleep ketika pengendara tertidur sesaat akibat kelelahan saat perjalanan,” jelasnya kepada wartawan langsung. Kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika pengemudi melintasi jalur poros dengan kecepatan tinggi dan jarak tempuh cukup panjang harian.

Petugas sebelumnya menemukan kecelakaan di Tanjung Selor yang melibatkan pengemudi mengalami microsleep setelah berkendara dalam kondisi kelelahan berat sebelumnya tersebut. “Hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi kelelahan dan mengantuk sehingga mengalami microsleep sebelum kecelakaan tersebut terjadi,” ungkap Yonathan dalam keterangannya resmi.

Polisi mengingatkan masyarakat supaya tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tubuh mulai lelah atau konsentrasi menurun selama berkendara di jalan terus. Pengemudi sebaiknya mengambil waktu istirahat secara berkala setelah menempuh perjalanan beberapa jam untuk memulihkan kondisi tubuh sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

“Kami menyarankan pengendara beristirahat setelah maksimal empat jam berkendara, jangan terus memaksakan perjalanan karena risikonya sangat besar,” tegasnya lebih. Yonathan menilai kebiasaan mengabaikan kelelahan dapat meningkatkan risiko kecelakaan terutama pada ruas jalan dengan arus kendaraan padat di jalan raya.

Kabupaten Bulungan memiliki mobilitas kendaraan tinggi karena wilayah tersebut menjadi jalur utama keluar masuk Provinsi Kalimantan Utara setiap hari tersebut. Kondisi itu membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh sebelum serta selama perjalanan antarkawasan berlangsung dengan aman selalu.

“Pengendara harus mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan ketika berkendara di seluruh wilayah Bulungan,” pungkasnya setempat. Polresta Bulungan terus mengingatkan pengguna jalan memperhatikan kondisi fisik serta menghindari kebiasaan berkendara ketika tubuh membutuhkan istirahat cukup secara.

Kesadaran pengendara menjadi bagian penting dalam menekan angka kecelakaan dan mencegah bertambahnya korban meninggal dunia pada periode mendatang nanti terus. Masyarakat diharapkan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama agar perjalanan berlangsung aman bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya setiap waktu aman.