INSTARA.ID, TANJUNG SELOR – Turnamen POBSI Cup I Kabupaten Bulungan resmi bergulir di Power Up Billiard Arena pada Jumat malam kemarin. Kejuaraan tersebut diikuti ratusan atlet biliar dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur sebagai ajang pembinaan prestasi olahraga daerah.
Sebanyak 192 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari penuh di Kabupaten Bulungan tersebut. Turnamen ini menjadi momentum penting menjelang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026 serta persiapan menuju PON 2027.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung Bupati Bulungan bersama jajaran Forkopimda, pengurus KONI, serta pengurus cabang olahraga biliar daerah setempat. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran atlet, pelatih, komunitas biliar, serta para pecinta olahraga dari berbagai daerah.
Bupati Bulungan, Syarwani, berharap atlet biliar daerah mampu mencetak prestasi hingga tingkat nasional pada masa mendatang. “Saya berharap atlet Bulungan mampu mengharumkan nama daerah dan memberikan kontribusi medali pada ajang PON 2027,” ujarnya.
Ia menilai turnamen tersebut menjadi sarana penting mengukur kemampuan atlet sebelum menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi mendatang. “Kompetisi seperti ini sangat penting karena peserta datang dari berbagai daerah sehingga kemampuan atlet dapat diuji secara nyata,” katanya.
Selain menjadi arena pertandingan, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antaratlet dan komunitas olahraga biliar dari dua provinsi berbeda. Antusiasme peserta menunjukkan cabang olahraga biliar semakin berkembang dan mulai diminati berbagai kalangan masyarakat di wilayah Kalimantan.
Syarwani turut memberikan apresiasi kepada panitia dan sponsor yang mendukung pelaksanaan turnamen olahraga tersebut di Kabupaten Bulungan. “Keterbatasan fasilitas tidak boleh mengurangi semangat atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi terbaik,” tegasnya.
Ketua POBSI Bulungan, Risdianto, menjelaskan turnamen diselenggarakan untuk memperkuat pembinaan atlet menuju kompetisi olahraga lebih tinggi. “Kami ingin menjaring atlet potensial sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan melalui program jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya.
Menurutnya, pihak penyelenggara juga menghadirkan pelatih guna membantu peningkatan kemampuan teknik para atlet muda daerah setempat. Tingginya jumlah peserta dinilai menjadi bukti olahraga biliar memiliki potensi berkembang pesat di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
Ketua KONI Bulungan, Heru Rachmady, menegaskan pihaknya terus mendorong pembinaan atlet menuju target prestasi tingkat nasional maupun internasional. “Kami ingin Bulungan berkembang menjadi pusat olahraga di Kalimantan Utara dengan dukungan pembinaan atlet usia dini berkelanjutan,” pungkasnya.












