oleh

Bangga! UMKM Bulungan Kini Mejeng di Sarinah Jakarta

INSTARA.ID, TANJUNG SELOR – Produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bulungan resmi menembus pasar nasional setelah hadir di gerai khusus UMKM di Mall Sarinah, Kamis (30/4/2025), dalam rangkaian Festival Bulungan Berkarya.

Sebanyak 30 produk terpilih dipasarkan di pusat perbelanjaan tersebut setelah melalui proses kurasi ketat. Dari total 74 produk yang diajukan, hanya sebagian yang dinilai memenuhi standar kualitas Sarinah.

Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pengguntingan pita oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, mewakili Menteri UMKM. Turut hadir Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Kilat, Ketua DPRD Riyanto, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Masuknya produk Bulungan ke Sarinah merupakan bagian dari implementasi program prioritas daerah One Village One Product (OVOP), yang mendorong setiap desa memiliki produk unggulan berdaya saing.

Vice President Business Development and Partnership Sarinah, Diaz, menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika daerah dan pusat bersinergi, kita bisa memberikan ruang dan kesempatan bagi UMKM untuk berkembang. Kami berharap produk-produk ini tidak hanya dikenal di daerahnya, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sarinah tidak hanya menyediakan ruang pemasaran, tetapi juga ekosistem pembinaan bagi UMKM agar mampu naik kelas.

“Di sini kami siapkan ruang dan ekosistemnya. Ini menjadi awal yang baik dan kami yakin akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi Bulungan, tetapi juga daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan UMKM daerah.

“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai mitra. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Sawit Watch dan Pilar Nusantara dan lainnya yang telah berkontribusi sehingga produk UMKM Bulungan bisa hadir dan launching di Sarinah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kehadiran produk Bulungan di Sarinah menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

“Kami ingin produk-produk ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” tegasnya.

Dari sisi pemerintah pusat, Temmy Satya Permana memberikan apresiasi terhadap kualitas produk Bulungan, khususnya komoditas olahan seperti cokelat lokal yang dinilai memiliki potensi besar.

“Cokelat Bulungan sangat bagus dan punya peluang besar. Bulungan ini miniatur Indonesia, tinggal bagaimana kita membangun kewirausahaan dan meningkatkan nilai tambah produknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan jumlah sekitar 57 juta pelaku usaha, yang sebagian besar masih berada pada level mikro.

“UMKM ini ada yang tumbuh karena kebutuhan, ada juga yang dibangun secara terencana. Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan ekosistem yang mendukung mereka naik kelas,” jelasnya.

Dalam proses kurasi, ia menegaskan bahwa produk yang belum lolos seleksi tetap memiliki peluang untuk diperbaiki.

“Yang belum lolos bukan berarti tidak bagus, tetapi perlu peningkatan kualitas agar bisa masuk ke pasar seperti Sarinah, jadi tinggal bagaimana dikomunikasikan kembali untuk memperbaiki hal-hal yang belum lengkap,” tegasnya.

Selain cokelat, produk khas seperti kue tradisional “Kue Haw” juga dinilai memiliki potensi besar karena memiliki nilai budaya dan cerita yang kuat, yang menjadi daya tarik di pasar modern.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Kabupaten Bulungan sebagai bagian dari komitmen pembangunan ekonomi hijau.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cinderamata kepada sejumlah kementerian dan mitra strategis sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pengembangan UMKM Bulungan.

Momentum ini menegaskan bahwa UMKM Bulungan tidak hanya mampu bertahan di tingkat lokal, tetapi juga semakin siap bersaing di pasar nasional hingga global.