INSTARA.ID, NUNUKAN – Sebanyak dua belas warga Malaysia diamankan petugas Imigrasi setelah masuk wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi. Mereka diduga hendak mengikuti kegiatan olahraga Fun Run lima kilometer di wilayah Sebatik tanpa melalui pemeriksaan keimigrasian resmi.
Petugas melakukan penindakan di dua lokasi berbeda, yakni sebuah hotel serta area kegiatan menjelang pelaksanaan lomba. Penangkapan tersebut dilakukan sebagai bagian pengawasan terhadap perlintasan orang asing yang masuk tanpa prosedur resmi ke wilayah Indonesia.
Dari hasil pemeriksaan awal, rombongan terdiri dari tujuh laki-laki dan lima perempuan dengan latar belakang komunitas olahraga lari. Sebagian dari mereka diketahui tidak membawa dokumen perjalanan, sementara lainnya memiliki paspor namun tetap melanggar prosedur masuk negara.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Nunukan, Fredy, membenarkan adanya penindakan terhadap rombongan tersebut. “Sebanyak sepuluh orang kami amankan di hotel dan dua lainnya di lokasi kegiatan saat bersiap mengikuti lomba,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian dari mereka memiliki paspor, namun seluruhnya tetap melanggar ketentuan keimigrasian yang berlaku. “Mereka masuk tidak melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi sehingga dikategorikan sebagai pelanggaran,” katanya.
Menurut Fredy, rombongan tersebut mengaku tertarik mengikuti kegiatan olahraga setelah melihat promosi melalui media sosial. “Mereka memilih jalur tidak resmi karena ingin menghemat waktu perjalanan dan beristirahat sebelum kegiatan,” jelasnya.
Petugas menilai alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena setiap orang asing wajib mengikuti prosedur resmi saat memasuki wilayah Indonesia. Proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan keimigrasian nasional.
Saat ini seluruh warga asing tersebut ditempatkan di ruang detensi Imigrasi Nunukan dengan pengawasan ketat petugas. “Mereka kami pisahkan antara laki-laki dan perempuan sambil menunggu proses verifikasi identitas dan kewarganegaraan,” katanya.
Imigrasi juga melakukan koordinasi dengan perwakilan Malaysia untuk memastikan keabsahan data serta dokumen perjalanan yang dimiliki. “Yang memiliki paspor akan segera diproses deportasi, sedangkan yang tidak memiliki dokumen akan diverifikasi lebih lanjut,” tegasnya.
Panitia kegiatan Fun Run menyatakan telah mengimbau peserta luar negeri untuk masuk melalui jalur resmi sesuai ketentuan berlaku. “Kami sejak awal sudah menyampaikan agar peserta mengikuti prosedur resmi demi kelancaran kegiatan,” pungkas koordinator acara tersebut.
