INSTARA.ID, TANJUNG SELOR – Pendangkalan mulai mengganggu operasional dermaga kedatangan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, terutama ketika permukaan air sungai mengalami surut saat ini. Petugas mencatat speedboat kesulitan mendekat karena kedalaman perairan berkurang, sehingga proses kedatangan penumpang memerlukan penyesuaian sementara untuk kondisi tertentu tersebut.
Kepala Pos Pelabuhan Kayan II UPP Kelas II Tanjung Selor Mulyono mengatakan, pihaknya segera mengusulkan pengerukan kepada Dishub Bulungan setempat. “Kami akan menyampaikan surat permohonan pengerukan karena kondisi dermaga kedatangan semakin menyulitkan speedboat bersandar, khususnya saat air surut,” ujar Mulyono.
Kedalaman perairan saat surut kini kurang dari satu meter, sementara endapan pasir mulai terlihat jelas pada area sekitar dermaga kini. Petugas kemudian mengalihkan kegiatan naik-turun penumpang menuju dermaga keberangkatan agar pelayanan tetap berjalan selama kondisi perairan tidak mendukung sementara kini.
Mulyono menjelaskan, dermaga keberangkatan turut mengalami pendangkalan sehingga pengemudi speedboat perlu menyesuaikan posisi mesin ketika mendekati titik sandar saat ini. “Di dermaga keberangkatan, mesin speedboat harus digantung agar perahu dapat merapat dengan aman karena bagian bawah perairan semakin dangkal,” jelasnya.
Kondisi pendangkalan tidak hanya menghambat sandar speedboat, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran mobilitas penumpang melalui Pelabuhan Kayan II secara bertahap. Pengelola pelabuhan menerapkan pengaturan sementara dengan memanfaatkan dermaga keberangkatan ketika air sungai berada pada kondisi surut selama kondisi tersebut berlangsung.
Kepala Dishub Bulungan Khairul menyebut pemerintah daerah belum memiliki anggaran pengerukan untuk pelaksanaan kegiatan pada tahun berjalan pada 2026. “Pengerukan belum dapat dilaksanakan tahun ini karena anggarannya tidak tersedia, sehingga rencana tersebut kemungkinan kami masukkan dalam APBD 2027,” kata Khairul.
Usulan pengerukan pada APBD 2027 diharapkan mampu mengembalikan kedalaman perairan sehingga aktivitas sandar dapat berlangsung lebih lancar kembali secara optimal. Dishub Bulungan akan mempertimbangkan kebutuhan pengerukan berdasarkan kondisi lapangan serta kemampuan anggaran daerah pada pembahasan program mendatang secara berkala nanti.
Sambil menunggu rencana tersebut, petugas mengarahkan penumpang yang tiba menuju dermaga keberangkatan ketika permukaan air sungai sedang surut secara rutin. “Saat air pasang, dermaga kedatangan masih dapat digunakan, sedangkan ketika surut, penumpang diarahkan melalui dermaga keberangkatan,” ungkap Khairul untuk sementara.
Pengalihan lokasi kedatangan dilakukan sebagai langkah sementara untuk menjaga kelancaran pelayanan sekaligus mengurangi risiko speedboat mengalami kesulitan bersandar bagi masyarakat. Petugas terus memantau perubahan ketinggian air untuk menentukan dermaga yang paling memungkinkan digunakan oleh speedboat dan penumpang secara berkala harian.
Pemerintah daerah kini menghadapi kebutuhan pengerukan sebagai upaya menjaga fungsi Pelabuhan Kayan II sebagai akses transportasi sungai bagi warga lokal. Pelaksanaan pengerukan tetap menunggu proses pengusulan anggaran, sementara pengelola menjalankan pelayanan dengan menyesuaikan kondisi kedalaman perairan harian secara bertahap nantinya.



