oleh

Kawal Jemaah Bulungan, Bupati Syarwani Alokasikan Rp 4,06 Miliar untuk Operasional Haji 2026 ‎

INSTARA.ID, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat daerah setempat secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut mencakup fasilitasi manasik, keberangkatan menuju embarkasi, hingga proses pemulangan jemaah kembali ke daerah asal Bulungan.

Bupati Bulungan menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Bimbingan Manasik Haji yang digelar instansi kementerian terkait tingkat provinsi setempat.
Kegiatan berlangsung di Aula PLHUT Kemenag Bulungan sebagai bagian persiapan calon jemaah sebelum keberangkatan menuju tanah suci Mekkah.

Dalam arahannya, Bupati mengatakan, “Komitmen pemerintah daerah mendukung penyelenggaraan haji dan umrah tidak pernah berubah sejak dahulu hingga sekarang.”
Ia menegaskan dukungan tersebut diberikan mulai tahap persiapan manasik hingga pendampingan jemaah selama proses keberangkatan resmi berlangsung.

Pemerintah daerah tetap mengambil peran aktif meskipun kewenangan kelembagaan berada di bawah koordinasi kantor wilayah provinsi setempat resmi.
Pemkab Bulungan memastikan seluruh calon jemaah asal daerah mendapatkan pelayanan maksimal sesuai standar penyelenggaraan ibadah haji nasional.

“Walaupun koordinasi berada pada tingkat provinsi, pemerintah kabupaten tetap hadir memfasilitasi kebutuhan jemaah,” ujar Bupati Bulungan tegas konsisten.
Ia menyebut sinergi antar lembaga diperlukan agar pelayanan terhadap calon jemaah berjalan tertib lancar dan profesional.

Tahun 2026 jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Bulungan tercatat sebanyak enam puluh satu orang resmi terdaftar.
Kuota tersebut menyesuaikan kebijakan pembagian berbasis provinsi tanpa mengurangi kualitas layanan bagi seluruh calon jemaah Bulungan.

Sebagai dukungan nyata, pemerintah daerah mengalokasikan hibah sekitar Rp4,06 miliar melalui APBD 2026 untuk tim penyelenggara haji.
Anggaran tersebut mencakup pendampingan tenaga kesehatan, logistik, serta kebutuhan teknis lain selama proses keberangkatan dan pemulangan jemaah.

“Anggaran ini menjadi tanggung jawab daerah sejak manasik hingga jemaah kembali ke Bulungan,” katanya di hadapan peserta.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan terhadap jemaah tetap menjadi prioritas pemerintah daerah setempat.

Selain penyelenggaraan haji, pemerintah daerah juga menjalankan program fasilitasi umrah setiap tahun bagi masyarakat tertentu berprestasi.
Program tersebut diberikan kepada imam masjid, marbut, guru ngaji, serta tokoh keagamaan sebagai bentuk apresiasi pemerintah.

“Kami memahami antrean haji sangat panjang sehingga tidak semua masyarakat mendapat kesempatan segera,” ujarnya menjelaskan kebijakan.
Karena itu pemerintah daerah menghadirkan program umrah sebagai penghargaan atas kontribusi mereka membangun kehidupan keagamaan masyarakat.

Menutup kegiatan, Bupati berharap seluruh calon jemaah mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh serta menjaga kondisi kesehatan prima.
Ia mendoakan para jemaah dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan lancar dan kembali sebagai haji mabrur.