Kejari Bulungan menggeledah Kantor Dispar Kaltara untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam pelaksanaan Benuanta Fest 2K25, Selasa (7/7) kemarin secara resmi.
Penggeledahan tersebut menghasilkan penyitaan sekitar 20 bundel dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bahan pendalaman penyidikan lebih lanjut.
Penyidik memusatkan pemeriksaan pada ruang staf dan bendahara untuk mencari dokumen administratif yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut setempat resmi.
“Kami mengamankan sekitar 20 bundel dokumen, dan setiap bundel berisi banyak dokumen yang akan kami telaah lebih lanjut,” ujar Joharca.
Tim Kejari Bulungan menjalankan penggeledahan selama tiga jam, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 Wita, dengan pendampingan pihak Dispar Kaltara hari.
“Pihak Dispar cukup kooperatif, karena dokumen yang kami perlukan langsung disiapkan dan diserahkan kepada penyidik,” ungkap Joharca saat ditemui wartawan.
Jaksa kemudian memeriksa saksi-saksi terkait untuk memperoleh keterangan mengenai pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran Benuanta Fest 2K25 tersebut secara menyeluruh.
Penyidik juga mencocokkan keterangan saksi dengan dokumen yang diamankan untuk memperjelas rangkaian pelaksanaan kegiatan serta penggunaan anggaran terkait secara menyeluruh.
Kejari Bulungan telah memulai penyidikan sejak pertengahan Juni 2026 setelah menemukan indikasi awal penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terus berlangsung.
“Kami masih mendalami dugaan double budgeting, laporan fiktif, maupun pembayaran yang tidak sesuai kondisi sebenarnya melalui penyidikan,” tegas Joharca hari.
Penyidik terus mengumpulkan alat bukti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Benuanta Fest 2K25 tersebut.
“Sampai sekarang belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, karena penyidikan masih berjalan dan seluruh bukti kami dalami,” pungkas Joharca.
Dokumen hasil penggeledahan selanjutnya menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan untuk mencocokkan administrasi kegiatan dengan kondisi pelaksanaan sebenarnya di lapangan.
Jaksa juga akan menelusuri keterangan saksi serta dokumen pendukung guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan anggaran kegiatan tersebut utuh nantinya.
Penyidikan perkara tersebut masih berlangsung sehingga Kejari Bulungan belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai dugaan penyimpangan dalam kegiatan Benuanta Fest 2K25.
Proses hukum akan terus berjalan berdasarkan alat bukti yang diperoleh penyidik untuk memastikan perkara tersebut ditangani sesuai ketentuan berlaku profesional.

Kejari Bulungan memastikan setiap tahapan penyidikan berjalan berdasarkan ketentuan hukum dan mengutamakan kecukupan alat bukti sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Penyidik akan menyampaikan perkembangan perkara sesuai kebutuhan proses hukum setelah seluruh pemeriksaan dan analisis dokumen selesai dilakukan secara menyeluruh.
Penggeledahan tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik mengungkap dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan kegiatan Benuanta Fest 2K25 secara terang dan objektif.
Hasil pemeriksaan dokumen, keterangan saksi, serta alat bukti lainnya akan menentukan perkembangan penanganan perkara tersebut pada tahap penyidikan berikutnya nanti.








