INSTARA.ID, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang bertujuan meningkatkan taraf hidup para nelayan di kawasan pesisir Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pengajuan pembangunan program tersebut telah dimulai sejak 2025. Saat ini, dua lokasi telah memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).
Adapun dua wilayah yang diprioritaskan pada tahun 2025 adalah Kecamatan Bunyu sebagai proyek percontohan utama serta Desa Tanah Kuning di Kecamatan Tanjung Palas Timur.
”Alhamdulillah, usulan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 sudah kita sampaikan kepada Menteri KKP. Proses verifikasi lapangan juga sudah dilakukan oleh tim pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Syarwani.
Tidak hanya terbatas pada dua lokasi awal, Bupati Syarwani bersama Sekretaris Daerah serta jajaran perangkat daerah terkait juga telah melakukan pertemuan langsung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada pertengahan Desember 2025.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengajukan sejumlah lokasi tambahan yang direncanakan masuk dalam pengembangan tahun 2026. Beberapa titik yang diusulkan antara lain RT Tias di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Desa Salimbatu khususnya wilayah Antal di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, serta Desa Liagu di Kecamatan Sekatak.
Bupati menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai kawasan permukiman, melainkan dikembangkan sebagai kawasan industri kecil terpadu. Konsep ini dirancang untuk memudahkan aktivitas nelayan secara menyeluruh, mulai dari proses awal hingga distribusi hasil.
”Di sana nanti tidak hanya bicara soal hasil tangkapan, tapi juga ada fasilitas pengolahan produk. Selain itu, kebutuhan melaut seperti pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sarana perbengkelan akan tersedia dalam satu kawasan,” jelas Syarwani.
Melalui keberadaan koperasi dan penguatan ekonomi pesisir, diharapkan pertumbuhan ekonomi lokal dapat terakselerasi secara mandiri.
”Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk menghadirkan fasilitas yang sesuai dengan karakteristik wilayah kita. Kita ingin nelayan Bulungan lebih berdaya dan memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya.












