oleh

Bupati Bulungan Syarwani Gelar Doa Bersama di Sungai Kayan Jelang Hari Jadi

INSTARA.ID, TANJUNG PALAS – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236 dibuka dengan doa bersama di atas Sungai Kayan, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Bulungan Syarwani bersama masyarakat mengikuti kegiatan yang digelar di atas kapal pariwisata yang menyusuri Sungai Kayan tersebut.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan pengurus Masjid Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin. Prosesi diawali pembacaan Surah Yasin dan tahlil.

Doa bersama tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan daerah, tetapi juga untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Bulungan.

Syarwani mengatakan peringatan hari jadi daerah menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun Bulungan.

“Harapan kita, mudah-mudahan dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236, dengan semangat Tenguyun, semangat Senguyun, kita bersama-sama merudung pebatun Benuanta,” ujar Syarwani.

Menurutnya, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat hanya dapat dicapai melalui kekompakan seluruh elemen daerah. Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga persatuan sekaligus menyiapkan masa depan generasi muda.

“Ini hanya bisa kita raih kalau kita kompak, kalau kita bersatu. Seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bulungan harus bersama-sama terus memajukan daerah ini, bergandengan tangan dan menyiapkan masa depan putra-putri kita,” tambahnya.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 21 Oktober 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian masyarakat yakni Festival Sungai Kayan pada 14–18 Oktober 2026.

Syarwani mengajak masyarakat turut memeriahkan festival tersebut. Selain menjadi bagian dari rangkaian hari jadi, kegiatan itu menjadi momentum untuk menjaga keberadaan olahraga dayung tradisional yang diwariskan para pendahulu.

Hingga 1 Oktober 2026, sedikitnya 120 peserta telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta diperkirakan masih bertambah menjelang pelaksanaan.

“Ini adalah wujud kecintaan kita dan upaya kita melestarikan olahraga dayung tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Bulungan, yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” tuturnya.

Menjelang rangkaian perayaan, Syarwani juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

“Jaga kekompakan, perdamaian, kesehatan, kondusivitas, keamanan dan ketertiban kita semuanya yang ada di Kabupaten Bulungan,” tutup Syarwani.