oleh

Kebakaran Lahan SP 6 Kembali Ditangani, Petugas Padamkan Titik Api Baru

Petugas Padamkan Titik Api Baru
Petugas Padamkan Titik Api Baru

INSTARA.ID, BULUNGAN -Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara kembali menangani kebakaran lahan di kawasan Jalan Bukit Indah, Tanjung Selor, Bulungan, Rabu kemarin ini. Petugas menemukan titik api baru setelah lahan seluas sekitar 11,5 hektare sebelumnya dipadamkan bersama BPBD dan instansi terkait pada Senin.

Sebanyak 65 personel dipimpin Ipda Budi Prayitno diterjunkan untuk mempercepat penanganan serta mencegah api menjalar menuju kawasan permukiman warga sekitar. Tim membawa kendaraan Karhutla, Armoured Water Cannon, truk, Isuzu D-Max, mesin pompa, selang pemadam, serta perlengkapan keselamatan lengkap selama operasi.

Petugas melakukan asesmen ulang dengan memeriksa titik api, arah penjalaran, sumber air, akses lokasi, serta potensi penyebaran kebakaran lanjutan baru. Mereka kemudian memasang selang pemadam menggunakan mesin pompa dan menghubungkannya dengan truk air PT Mill sebagai sumber pasokan air tambahan.

Penanganan difokuskan pada titik api aktif sekaligus penyekatan area yang berpotensi menjadi jalur penjalaran kebakaran menuju wilayah sekitar lainnya segera. Petugas melanjutkan penyiraman dan pendinginan untuk menghilangkan bara, asap, sekam, serta titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali di lokasi.

“ Kami meminta personel merespons cepat setiap laporan kebakaran lahan dan memastikan penanganan tidak berhenti setelah api padam,” ujar Andreas Deddy. Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya menyebut kondisi gambut membutuhkan pendinginan serta penyisiran menyeluruh untuk mencegah api kembali.

Medan sulit dan jarak sumber air yang jauh menjadi tantangan sehingga sambungan selang pemadam mencapai sekitar 1,5 kilometer selama operasi. Vegetasi semak, pepohonan kering, serta angin kencang turut meningkatkan risiko penjalaran api sehingga petugas memperkuat penyekatan di sekitar lokasi terdampak.

Sinergi Dit Samapta Polda Kaltara bersama BPBD dan instansi terkait membantu memenuhi kebutuhan air serta mempercepat proses pemadaman kebakaran secara. Setelah api terkendali, petugas melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang masih menyala kembali lagi.

“Lahan gambut memerlukan penanganan karena bara dapat bertahan dibawah permukaan dan kembali muncul apabila pendinginan tidak dilakukan maksimal,” tegas Andreas. Ia meminta pengelola lahan terus memantau kawasan tersebut dan segera melaporkan apabila kembali ditemukan titik api setelah penanganan selesai dilakukan.

“Sinergitas dengan BPBD, instansi terkait, serta pengelola lahan penting untuk menjaga kawasan tetap aman setelah pemadaman,” ungkap Andreas Deddy Wijaya. Pemantauan berkala diperlukan agar titik api tidak kembali muncul dan meluas, terutama pada lahan gambut yang menyimpan bara dibawah permukaan terus.

“Kami mengimbau pengelola lahan mempertahankan pemantauan berkala agar titik api tidak kembali muncul dan meluas,” pungkas Andreas Deddy Wijaya. Hasil penanganan menunjukkan seluruh titik api berhasil dipadamkan, sementara situasi lokasi tetap aman tanpa korban jiwa maupun korban luka tercatat.